Kemangkusan Maulana Malik Ibrahim Pada Mewartakan Agama Islam

Kemangkusan Maulana Malik Ibrahim Pada Mewartakan Agama Islam

Walisongo yang dikenal sebagai tokoh penyebar kepercayaan Islam dalam Nusantara khususnya di tanah Jawa pada abad ke 14. Karet tokoh berikut tinggal dalam wilayah berarti di bingkai pantai Utara dari daratan Jawa. Area Jawa barat berada di Cirebon, area Jawa terus berada pada Kudus, Muria, Demak & wilayah Jawa timur berpengaruh di Lamongan, Gresik, Surabaya dan tuban. Sejarah Walisongo ini masih tetap dalam sebarkan di anak cucu datang hari berikut.

 

Berikut ini biografi Walisongo daripada beberapa nama dari Walisongo beserta peranannya dalam menyodorkan agama Agama islam di Nusantara. Yang prima adalah sunan Gresik ataupun Maulana Raja Ibrahim yang di lahirkan. Di Kamboja Campa. Memfilter beliau adalah seorang ulama besar yang bernama Barakat Zainul bumi di maghrib. biografi walisongo dikenal sebagai sebagai syekh Maghribi ataupun sunan Gresik atau makhdum Ibrahim Al samarqandi. Selain itu orang-orang Jawa umumnya memanggil guna asmaraqandi.

 

Maulana Malik Ibrahim ini yakni salah satu sosok yang perdana menyebarluaskan kepercayaan Islam khususnya di daratan Jawa. Sira merupakan wali yang senior dibandingkan dengan Walisongo yang lainnya. Beliau ditemani sebab beberapa pekan dan sahabatnya yang lahir untuk pertama kalinya dalam desa sembolo. Dimana saat ini bernama tanah air laren pada kecamatan Manyar yang berada di 9 kilometer dari Utara metropolis Gresik.

 

Pra Maulana Sultan Ibrahim ini masuk di tanah Jawa, beliau tinggal di champa dimana pada sebutkan di sebuah legenda sebagai negri cermin / chermain sepanjang 13 tahun. Maulana Tuan Ibrahim menikahi seorang putri raja dan memiliki dua putra ialah Sunan Ampel atau Raja Rahmat & Raden santri atau Rasyid Ali murtadha. Setelah sira merasa pas untuk berdakwah di nusantara, kemudian beliau berhijrah di pulau Jawa tepatnya dalam Gresik.

 

Sehabis beliau mendarat di puri Gresik oleh karena itu beliau memisah-misahkan tempat pada desa laren. Di dukuh laren itulah pada tahun 801 H atau 1329 M, lalu beliau menunaikan misi berdakwah nya tentang ajaran keyakinan Islam. Disamping itu, beliau membuka jual beli toko dalam desa romo yang berkecukupan di 3 km yang berada di sebelah barat dari metropolis Gresik. Lantas beliau mempromosikan barang-barang yang dibawanya. Sira terdapat pada salah satu foto Walisongo yang bisa kalian lihat dari sekian getah perca wali songo.