The Jakmania Serta Fanatisme Yang Dipunyai

The Jakmania Serta Fanatisme Yang Dipunyai

Seakan menjadi sebuah kewajiban, di setiap laga mesti dihadiri pendorong atau supporter. Pensupport merupakan mereka yang dengan sepenuh hati ingin berkorban mendukung, memberikan semangat, dan mendoakan idolanya supaya dapat menjadi yang terbaik. Dalam sebuah lomba sepak bola absensi supporter selalu menarik perhatian, mulai dari kostum, nyanyian-nyanyian yang dibawakan, hingga jumlah manusia yang hadir. Hal tersebut berlaku pula bagi The Jakmania , sebutan bagi pensupport Persija.

 

The Jakmania merupakan salah satu fans club sepak bola yang absensinya senantiasa menarik perhatian. Mereka selalu datang dalam jumlah yang banyak malahan saat perlombaan dijalankan di luar kota Jakarta. Rasa bangga dan mempunyai yang mereka punya membikin mereka rela berkorban apa malahan demi mensupport idolanya beraksi di lapangan hijau.

 

Keramaian yang senantiasa mampu mereka hadirkan tentu saja memberikan mampu menjadi support system tersendiri bagi para pemain Persija. Akan tapi, hal hal yang demikian berbeda dengan sudut pandang masyarakat. The Jak sering kali menerima image atau penilaian yang kurang bagus dimata masyarakat. Mereka yang hadir dengan jumlah banyak dan dengan keramaian serta kebisingan yang tak terbendung sering kali disebut-ucap sebagai format kongkret dari fanatisme yang berlebihan sehingga menyebabkan masyarakat menjadi terganggu.

 

Ketidakhadiran mereka yang kadang kala tidak mengamati situasi dan kondisi sekitar menyebabkan keresahan tersendiri dimasyarakat. Tidak jarang absensi mereka justru membuat ketidaknyamanan dimasyarakat. Selain rasa tak nyaman, rasa tidak aman juga kerap kali timbul ketika pensupport dari macan Kemayoran ini sudah keluar dari kadangnya. Terlebih-lebih dikala hasil lomba tidak layak dengan yang mereka harapkan.

 

Kegaduhan, kerusuhan, dan kericuhan yang mereka sebabkan sebetulnya tak segala dijalankan oleh penunjang Persija hal yang demikian. Kejadian tersebut muncul sebab adanya oknum provokator yang kerap kali kali memancing emosi para pendukung. Provokator lazimnya muncul dikala hasil lomba tidak sesuai dengan yang diinginkan. Mereka akan menggiring opini yang memancing api permusuhan di antara penyokong.

 

Tidak jarang sebab adanya provokasi tersebut membikin sebagian fasilitas biasa menjadi rusak dan lagi-lagi masyarakat dan negaralah yang seharusnya menanggung kerugiannya. Karenanya dari itu, bijaklah dalam bersikap, mendukunglah dengan metode arif. Jangan hingga fanatisme yang kita miliki mewujudkan kita tidak dihargai dimata orang lain dan merugikan nama The Jakmania itu sendiri.